5 Spesies Ikan Laut Beracun Paling Berbahaya di Dunia

Lautan memang memiliki bermacam-macam jenis ikan dengan warna tubuh yang cantik dan juga memukau. Terdapat pula ikan laut beracun, kebanyakan dari jenis ikan yang berada di lautan memiliki caranya sendiri untuk menjaga dirinya dari bahaya atau bisa saja dengan cara berkamuflase, menyerang musuhnya dengan cara mengigit dengan gigitan yang tajam sampai mengeluarkan racun yang berada di dalam badannya yang dapat melumpuhkan musuhnya. Dari banyak jenis ikan laut beracun yang ada di dunia. Inilah beberapa spesies ikan laut yang mempunyai racun paling mematikan di dunia

Daftar 5 Jenis Ikan Laut Beracun yang Paling Berbahaya

1. Scorpionfish

scorpionfish Ikan laut beracun
foto : oceana.org

Scorpionfish adalah salah satu dari banyaknya hewan laut yang paling beracun di dunia. Jenis ikan ini berada pada lautan Indo-pasifik yang mempunyai iklim tropis dan juga biasanya berdiam di perairan yang dangkal tetapi terdapat juga di kedalaman 2200 meter di dasar laut. Ikan yang satu ini memiliki racun yang terdapat pada bagian punggungnya dengan berbentuk duri yang cukup tajam dan tentu siap untuk melumpuhkan lawannya dengancepat. Ikan yang satu ini memiliki cara yang terbilang unik dalam memburu mangsanya yaitu dengan cara berkamuflase di sekitar karang dan kemudian menyerang dengan mendadak yang mampu membuat lawannya sulit menyelamatkan diri.

Scorpionfish adalah predator yang menangkap mangsanya dengan cara duduk dan menunggu. Scorpionfish hanya berburu di malam hari dan menghabiskan siang hari dengan beristirahat di celah-celah. Mereka akan tetap berada dalam bayang-bayang bebatuan atau terumbu sebelum menerkam mangsa yang tidak curiga ketika berenang. Makanan mereka terdiri dari ikan kecil, krustasea, dan siput yang juga hidup di terumbu karang. Mulut scorpionfish berukuran lebar, yang memungkinkan ikan ini dengan cepat menghisap dan menelan mangsanya utuh dalam satu gigitan. Scorpionfish juga dapat menggunakan racunnya untuk membuat mangsanya pingsan sebelum memakannya.

2. Lionfish

foto : npr.org

Lionfish mempunyai beberapa julukan yang di antaranya firefish, zebrafish dan juga turkeyfish. Ini dikarenakan ikan ini memiliki bentuk badan yang terbilang unik dan bermacam-macam warna yang dapat  membuat ikan yang satu ini terlihat indah. Ikan yang satu ini memiliki racun pada bagian duri yang terletak pada bagian badan dan juga siripnya. Racun dari ikan ini pada manusia bisa memberikan rasa nyeri, mual, muntah, demam bahkan sulit bernapas.Tetapi, racun dari ikan yang satu ini tidak mempan untuk ikan Hiu yang sangat sering memangsa ikan ini. Di tempat aslinya, Ikan lionfish ini bisa bertahan hidup kurang lebih selama 5 sampai 15 tahun.

Salah satu spesies yang paling terkenal adalah Red Lionfish (Pterois volitans), terkadang ikan ini dipelihara oleh para pemelihara ikan. Memiliki corak bergaris dengan merah, coklat, putih dan tumbuh sekitar 30 cm (12 inci) panjangnya. Lionfish merah berasal dari ekosistem terumbu Pasifik Selatan.

3. Puffer

foto : ranggerrick.org

Di Indonesia, ikan laut beracun yang satu ini sering juga disebut dengan nama ikan buntal karena mempunyai kemampuan membesarkan tubuhnya seperti bola jika dia merasa terancam. Dilansir dari laman Britanica, Ikan ini memiliki zat yang paling beracun yang bernama tetraodontoksin yang berada pada organ dalam tubuhnya yang bisa membunuh manusia ketika mengonsumsi ikan tersebut. Ikan ini memiliki tekstur kulit yang cukup keras dan duri yang berukuran kecil yang mempunyai panjang maksimal 90CM.

Untuk makhluk berbahaya seperti itu, penampilan ikan ini terbilang lucu dan menggemaskan. Berbadan besar dan bermata serangga, gemuk, berair, dan terlalu lambat untuk melarikan diri tampak seperti target yang sempurna bagi para pemangsa. Tetapi pemangsa mungkin berpikir dua kali untuk mengejar mereka, karena puffers adalah salah satu ikan paling beracun di bumi. Tubuh mereka menyimpan racun 100 kali lebih mematikan daripada sianida. Setiap tahun, lusinan orang yang suka berpetualang (dan tak terhitung pecinta kuliner bawah air) terserang keracunan ikan buntal.

4. Toadfish

foto : britannica.com

Populasi dari ikan laut beracun yang satu ini hampir bisa ditemukan di semua lautan di dunia. Spesies dari ikan ini sangat menyukai dasar laut yang berpasir dan juga berlumpur karena mereka sangat sering menyamar dengan cara menguburkan dirinya di pasir saat mereka berburu mangsa. Dari penampilan, Ikan ini memiliki mulut yang terbilang besar dan dilapisi kulit serta matanya yang bisa dibilang mirip mata katak. Sedangkan pada lapisan lendir yang ada di tubuh ikan yang satu ini mengandung racun yang bisa membuat iritasi pada bagian kulit manusia.

Toadfish adalah salah satu dari sekitar 80 spesies ikan yang hidup di dasar laut yang merupakan keluarga Batrachoididae dan ordo Batrachoidiformes. Mereka ditemukan terutama di Dunia Baru dan sebagian besar di laut hangat – terkadang di air tawar. Toadfish adalah ikan berbadan besar dengan kepala lebar pipih dan mulut besar dengan gigi kuat. Mereka tumbuh maksimal sekitar 40 cm (16 inci) dan tidak bersisik atau bersisik kecil. Sebagian besar dapat menghasilkan suara mendengus atau serak yang terdengar. Toadfish adalah karnivora dan terkadang menggigit saat disentuh.

5. Stonefish

foto : oceana.org

ikan laut beracun yang satu ini banyak hidup di perairan yang dangkal dengan iklim laut yang tropis. Spesies dari ikan ini biasanya hidup di celah-celah karang dan dataran yang memiliki lumpur. Ikan ini bisa mengalirkan racun pada bagian duri yang terletak di bagian atas punggungnya yang dapat memberikan efek yang amat menyakitkan dan juga fatal bagi tubuh manusia. Pada beberapa kasus, Ikan ini sering diinjak secara tidak sengaja oleh manusia, ini karena ikan yang satu ini mempunyai bentuk tubuh yang bisa menyamar dengan lingkungan di sekelilingnya .

Stonefish ahli dalam kamuflase dan dapat berbaur dengan sempurna dengan lingkungannya sehingga mangsa, predator, dan bahkan penyelam kesulitan melihatnya. Mereka hampir selalu duduk diam, di dasar laut, di habitat terumbu yang mereka sukai. dan warnanya seringkali cocok untuk substrat. Beberapa individu bahkan telah dikerumuni oleh alga yang tumbuh di atasnya. Sementara kamuflase ini memberi mereka perlindungan lebih lanjut dari predator, tujuan utamanya adalah memungkinkan ikan batu untuk menyergap mangsanya. Mereka memakan ikan karang lain dan beberapa invertebrata yang tinggal di dasar laut, tetapi mereka tidak secara aktif mengejar mangsanya. Sebaliknya, mereka menunggu mangsa datang kepada mereka. Rahang yang kuat dan mulut yang besar menciptakan begitu banyak tekanan sehingga mereka dengan mudah dapat menyedot mangsanya yang tidak curiga dan menelannya secara utuh.

Tags: